Bagaimana Kolibri Bersiul?

Sejumlah ahli hewan di Amerika belum lama ini berkeyakinan bahwa mereka sudah mampu menyudahi perdebatan panjang tentang bagaimana burung kolibri jantan bersiul demi menarik simpati kolibri betina untuk melakukan perkawinan.

Burung kolibri Anna (Calypte anna), yang berasal dari pantai barat AS, berderit nyaring ketika sang betina memas uki wilayahnya.

Christopher Clark dan Teresa Feo dari Museum of Vertebrate Zoology di Universitas California di Berkeley memasang beberapa kamera berkecepatan tinggi dan sebuah mikrofon di dekat tempat bertenggernya burung ini di sebuah taman di Albany.

Mereka kemudian menangkap 10 ekor burung jantan dan secara selektif mencabut satu dari lima jenis bulu dari ekornya. Mereka ingin tahu apakah kolibri masih mampu melakukan siulannya. Ekor kolibri berfungsi seperti kipas angin yang membuat sang burung bisa melayang di udara.

Tes canggih kemudian dilakukan di sebuah terowongan angin (wind-tunnel) untuk melihat sejauh mana bulu-bulu yang tercabut itu “bersiul” kala diterpa angin dalam kecepatan yang berbeda-beda. Kesimpulan pun didapat. Suara siulan itu dihasilkan oleh bulu-bulu terluar di bagian ekor.

Setelah diteliti, ternyata bulu ekor kolibri sangat khas bentuknya walau hanya berukuran lebar 4 milimeter saja. Bulu-bulu tersebut mengeluarkan nada halus saat si burung terbang atau melayang. Ketika turbulensi terjadi pada ujung ekor, udara pun seolah terpecah dan menghasilkan bunyi siulan. Ini dapat terjadi saat sang kolibri memutar ekornya pada kecepatan lebih dari 65 kilometer per jam. Hasil penelitian mereka ini kemudian dimuat dalam jurnal “Proceedings” terbitan akademi sains di Inggris, The Royal Society.

Bunyi khas kolibri Anna ini telah menjadi bahan perdebatan alot di kalangan para ahli burung. Beberapa mengatakan kalau bunyi tersebut dihasilkan oleh ekor –meski pembuktiannya masih meragukan. Yang lainnya yakin kalau siulan nyaring itu dihasilkan dari tenggorokan, seperti spesies kolibri pada umumnya.

Clark dan Feo berspekulasi bahwa siulan ekor kolibri Anna berkembang seiring evolusi. Syrinx –atau larynx– pada spesies kolibri Anna terlampau lemah untuk menghasilkan suara dengan tingkat kenyaringan yang tinggi. Maka, si jantan menggunakan ekornya untuk mengirim sinyal “lihatlah aku” kepada si betina untuk memperlihatkan kebugarannya.

1 Pairan tepi ka kiwari »

  1. 1

    terimakasih pok,

    Terima kasih atas infonya. Kebetulan saya sangat menyukai kolibri. Malah lg ingin beli di pasar burung untuk dipelihara.


Pairan RSS · RaratMalik URI

Unikeun gerentes anjeun