Arsip pikeun Juni 16, 2008

Geng Nero dan Premanisme di Sekolah

Gw copas nie newsnya dari Jawa-Pos online, kebetulan juga nntn berita and Videonya di TV. Waw…entah mesti berkomentar apa, setelah diramaikan dengan kasus grey chicken sebelumnya, rupanya siswi remaja abu-abu ini bahkan dari sejak berseragam putih biru, mempunyai potret lain, suatu bentuk premanisme yang dilakukan siswa perempuan terhadap junior-juniornya dalam sebuah geng yang mereka namakan Geng Nero, silahkan baca beritanya berikut ini :

[ Jum'at, 13 Juni 2008 ] Geng Nero Resahkan Warga Pati, Jawa Tengah

Menurut kabar yang beredar mengenai motivasi Geng Nero, mereka tidak suka bila ada anak perempuan lain yang menyaingi dan melebihi apa yang dimiliki Geng Nero. Misalnya, soal pakaian, gaya rambut, atau penampilan lain. (ris/jpnn/ruk)

Suka Hajar Siswi SMP dan Merekamnya

Sebuah kelompok remaja putri yang menamakan diri Geng Nero menggegerkan Kota Pati, Jawa Tengah. Orang tua yang memiliki anak perempuan yang masih duduk di bangku SMP pun cemas.

Sebab, geng itu disebut-sebut suka menganiaya remaja putri, terutama yang masih SMP, tanpa alasan jelas. Parahnya, penganiayaan tersebut mereka rekam lewat video telepon seluler (ponsel), kemudian disebarkan.

Dalam sebuah rekaman video ponsel yang sudah beredar, terlihat sekelompok remaja putri anggota Geng Nero menampar korbannya berulang-ulang. Dari latar belakang rekaman itu, diduga penganiayaan dilakukan di sebuah gang.

Beberapa korban yang berani mengungkapkan kelakuan Geng Nero adalah WD dan L, keduanya berusia 14 tahun, siswi kelas IX sebuah SMP di Kecamatan Juwana. Saat diwawancarai di rumahnya di kawasan Juwana kemarin, keduanya mengaku tidak tahu alasan dirinya diperlakuan kasar seperti itu. ”Tiba-tiba saja empat orang menggelandang saya. Mereka mengaku dari Geng Nero, kemudian menampar saya berkali-kali,” ungkap WD.

Menurut dia, penganiayaan itu mereka lakukan setelah menggelandang dirinya ke sebuah tambak di Desa Bajomulyo, Juwana. Di tambak itu, keempat anggota Geng Nero menampar bergantian. WD tidak berani menanyakan alasan mereka menampar, apalagi melawan. ”Mereka berempat, sedangkan saya sendirian,” ujarnya.

Setelah kejadian itu, dia tidak pernah bertemu lagi dengan para penganiayanya tersebut. WD pun hanya berani bercerita kepada ibunya. Namun, kisah penganiayaan itu pun akhirnya beredar setelah muncul rekaman video ponsel tersebut.

Korban lain adalah putri LK, warga Desa Growong Lor. Semula, dia tidak tahu bahwa anaknya telah menjadi korban Geng Nero. Salah seorang tetangganya yang justru menceritakan hal itu.

Berdasar informasi tersebut, dia lantas ”menginterogasi” sang anak. ”Awalnya anak saya tidak mau mengaku. Tapi, setelah saya tunjukkan video rekaman yang beredar di ponsel, akhirnya dia mengaku,” katanya kemarin.

Berdasar rekaman tersebut dan pengakuan anaknya, LK melapor ke polisi kemarin. Sejauh ini, belum diketahui pasti pemimpin geng itu dan para anggotanya.

LK menceritakan, awalnya anaknya diundang dua teman sekolahnya ke suatu tempat. Tidak tahunya, dua temannya tersebut sudah dihajar Geng Nero. ”Setelah anak saya menyusul, ganti anak saya dipukul. Begitu saja yang diceritakan. Selebihnya tidak tahu pasti,” ujarnya.

Sabtu, 14 Juni 2008 ] Polisi Tangkap Geng Nero

Seluruh Anggotanya Perempuan, Sebagian Sudah Pindah

PATI – Sehari setelah terekspos media massa, polisi langsung menangkap anggota Geng Nero yang meresahkan warga Pati, Jawa Tengah. Anggota geng yang terdiri atas pelajar putri itu ditangkap di rumah masing-masing. Dari enam anggotanya, hanya empat yang berhasil diamankan. Dua anggota yang lain sudah pindah ke luar kota.

Yang berhasil ditangkap adalah Rt, Yn, My, dan Tk. Keempatnya tercatat duduk di bangku kelas I SMA di Juwana. Penangkapan dilakukan berdasarkan video penganiyaan yang beredar dari telepon seluler.

Sebagaimana diberitakan kemarin, para orang tua, terutama yang memiliki anak remaja putri, resah karena ulah geng tersebut. Geng itu suka menganiaya remaja putri, merekamnya lewat video telepon seluler (ponsel), dan kemudian mengedarkannya.

Berdasarkan laporan warga masyarakat dan rekaman yang beredar itu, polisi memburu para anggota geng tersebut. Empat orang di antara enam anggota geng itu berhasil diringkus.

Seorang anggota geng tadi, Rt, mengaku melakukan penganiayaan karena ada masalah dengan korban. Lantas, dia menceritakan kepada ketiga rekannya sesama anggota Geng Nero.

Atas cerita itulah, mereka lantas menghajar korban. Namun, Rt tidak menjelaskan apa masalahnya dengan korban.

Pelaku menjelaskan, rekaman video dibuat sekitar April lalu di Gang Cinta. Dalam aksi itu, Rt mengaku tidak ikut memukuli korban. Yang menampar ialah Tk dan Yn.

Keempat anggota geng tersebut tidak ingat berapa kali melakukan perbuatan serupa. Mereka juga tidak ingat lagi siapa saja yang menjadi korban. Mereka juga menolak menyebutkan pimpinan geng. Hanya dijelaskan bahwa geng Kapolres Pati AKBP Hilman Thayib melalui Kasatreskrim AKP Sulkhan menerangkan, anggota Geng Nero enam orang. ”Saat ini hanya tinggal empat orang. Dua orang lainnya sudah pindah, ke Bali dan Jogjakarta,” terangnya.
tersebut terbentuk saat mereka duduk di bangku SMP.

Meski telah berkurang dua orang, geng itu tetap beraksi. Namun, baru empat orang korban yang berani melapor polisi. Dan, hingga kemarin, polisi masih memeriksa saksi guna penyelidikan lebih lanjut.

Atas perbuatan itu, pelaku akan dikenakan pasal 170 KUHP tentang Kekerasan. Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara.

H Jamari, anggota komite sekolah di Kecamatan Juwana dan Batangan menjelaskan, nama Geng Nero bukan tanpa arti. Nero berasal dari kata neka-neka dikeroyok (macam-macam dikeroyok). Ketika ada pelajar putri yang dianggap macam-macam oleh geng tersebut, mereka tak segan menculik dan menganiaya.

Menurut dia, pihak sekolah mengetahui kasus itu sekitar sebulan terakhir. ”Pihak sekolah sudah memanggil orang tua para anggota Geng Nero,” jelas Jamari. (ris/jpnn/ruk

Duh bener nie tanda-tanya besar, klo selama ini kita terbiasa disuguhkan berita kekerasan yang dilakukan oknum mahasiswa yaitu di tingkat perguruan Tinggi misal STPDN, STIP dan diduga banyak lagi, ternyata kasus inipun terjadi di tingkat pelajar, perempuan lagi.

Hmm jangan-jangan pencitraan/sifat berdasarkan jenis kelamin ini sudah tak relevan lagi ya secara biasanya wanita identik dengan kelembutan, kepekaan, kasih sayang, ngemong, welas asih ya semacam itulah, tapi serasa agak janggal kalau mereka malah melakukan tindakan premanisme and kekerasan seperti macan betina bahkan dalam usia yang masih bau kencur.

Gejala apa ini, bukannya di rumah atau di sekolah mereka kan diberi pelajaran agama,  budi pekerti, kemanusiaan, apalagi tindak perploncoan ini cuma dipicu oleh hal-hal sepele karena merasa diri lebih superior sebagai senior, persaingan yang ga penting menurut gw, eksistensi seperti bagaimana dan seperti apa yang ingin ditunjukkan mereka pada dunia??

Sudah tak mempankah pelajaran agama dan budi pekerti, sudah longgarkah pengawasan orang tua, kurang kasih sayangkah mereka, atau hanya luapan perasaan frustasi dan putus asa, atau punya masalah kejiwaan atau cuma faktor balas dendam, atau faktor apa ini, sepertinya masalah ini komplek ya entah dari mana harus memulai darimana menguraikannya, siapa yang lebih bertanggung jawab ? siapa yang lebih pantas disalahkan?? bagaimana peran para pendidik, orang tua, lingkungan bahkan negara untuk mencegah dan menanggulangi masalah ini.

Ah gw sungguh bingung, what really happen ?  bagaimana pendapat sodara-sodara )

Pairan (2) »

Perlahan Ungkap Mistery Lagu Gebi

Inilah berbagai berita yang sempat saya ambil untuk mengungkap Misteri Geby

Agnes Davonar Sempat Dituduh Berkonspirasi Populerkan Lagu Geby

Jakarta – Bicara lagu Geby, berarti harus menyebut band Caramel dan Agnes Davonar. Nama terakhir menyebut dirinya sebagai novelis online.

Di internet, nama Agnes mudah dicari. Gadis 23 tahun ini rajin menulis blog dan cerita fiksi.

Nah, salah satu kisah fiksi yang ditulisnya berjudul ‘Lirik Lagu Terakhir’. Semula, kisah itu berupa cerpen, lalu kini menjadi novel yang telah memasuki sesi kelima dan bisa dinikmati secara online.

Agnes mengaku menulis kisah itu terinspirasi oleh sebuah lagu berjudul ‘Jauh’ (yang syairnya sama persis dengan lagu Geby berjudul Tinggal Kenangan). Menurutnya, lagu itu ciptaan Ega, personel band Caramel.

Gadis yang berkarier di Kalimantan ini menyatakan, inspirasi itu didapatnya dari teman yang mengiriminya file berisi lagu ‘Jauh’ dan sedikit pesan bahwa penulis lagu itu sudah meninggal dunia akibat bunuh diri.

“Ini hanya fiktif, gua hanya melukiskan lirik dan dan lagu yang gua denger dan baca dari Ega dari volakis Caramel yang meninggal karena bunuh diri atas kematian sang kekasih. semoga setidaknya membantu anda untuk mengilhami kisah cinta mereka yang begitu memilukan,” begitulah pesan pembuka Agnes tentang cerpennya itu. Lakon utama kisah ini diberi nama Angel.

Tak dinyana, tanggapan pembaca kisah itu membeludak. Agnes lantas menuliskan kisah itu dalam bentuk novel online. Karena desakan pembaca yang penasaran pada lagu itu, akhirnya Agnes pun berusaha mengontak band Caramel lewat telepon.

“Saya berinisiatif melakukan konfirmasi wawancara dengan Anang sebagai manajer band Caramel karena penuhnya peminat dan keingintahuan lagu tersebut. Berita tersebut saya muat dalam beberapa situs internet seperti situs pribadi saya sendiri,” beber Agnes dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (8/6/2008).

Dia juga menyangkal adanya informasi di internet bahwa Radio EBS Surabaya telah mewawancarai band Caramel. Bantahan Agnes ini sejalan dengan pernyataan Radio EBS yang mengaku tak pernah berkomunikasi dengan band Caramel.

Dalam wawancara yang dilakukan setahun lalu itu, band Caramel yang berlokasi di Malang mengaku bukan pemilik lagu Jauh (Tinggal Kenangan). Mereka hanya menyanyikan lagu itu atas permintaan penonton.

Kaitan Agnes dengan band Caramel dan lagu Jauh (Tinggal Kenangan) yang sangat erat di internet, tak urung melahirkan tuduhan bahwa Agnes berkomplot untuk membuat Caramel dan lagu Jauh terkenal. “Saya sempat dituduh berkonspirasi buat ngetopin mereka,” ujar Agnes.

Jelas Agnes menyangkal tuduhan itu. Lagu Jauh, kata Agnes, sudah ada sebelum dia menulis cerita fiksi. “Lagu itu membuat saya berkenalan dengan band Caramel,” ujar gadis yang mengecap pendidikan di luar negeri ini.

Cerita Agnes yang terinsipirasi lagu Jauh kemudian berkembang cepat di internet, dikopi di satu situs ke situs lain, ke blog satu ke blog yang lain, dan uniknya, kisah itu terdistorsi menjadi ‘aneh-aneh’ seperti yang tersebar saat ini dan disebut sebagai kisah nyata.

sumber: detik.com

Gitaris Band Caramel Makassar Klaim Pencipta Lagu Geby

Makassar“Jauh kau pergi meninggalkan diriku
Di sini aku merindukan dirimu,
kini ku coba mencari penggantimu
namun tak lagi kan seperti dirimu
oh kekasih…”

Akhirnya, lagu Jauh atau Tinggal Kenangan, yang di Jakarta disebut dinyanyikan oleh Geby, ada yang mengaku sebagai pemiliknya. Rifai Ilyas yang disapa Pay (24), gitaris band Caramel Makassar, mengaku sebagai pencipta lagu itu.

Pay mengaku, lagu itu terinspirasi dari pengalaman pribadinya yang ditinggalkan kekasihnya yang keburu nikah di tahun 2003. Namun, dia baru berani menyanyikan lagu itu tahun 2004 dan langsung tenar di tangga lagu radio Makassar.

Pertama kali Pay dkk menyanyikan lagu itu dalam momen ulang tahun sanggar seni mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Dipanegara, Sang Dipa, pada 17 Juli 2004.

Pay dan beberapa temannya pertama memainkan lagu ‘Jauh’ dengan versi live akustik, yang dilantunkan Andi Besse atau Abe, sang vokalis Sang Dipa.
Penampilan mereka pun direkam ala kadarnya dalam format MP3. Sementara versi kedua lagu ini baru direkam di studio oleh band Caramel, band yang didirikan Pay dan kawan-kawannya. Suara vokalisnya pun sudah berganti, Abe digantikan Riri.

Demikian cerita Pay yang ditemui detikcom di studio radio Prambors Makassar, pukul 13.30 Wita, Senin (9/6/2008). “Itu asli karya saya,” ujar Pay.

Jika ada pihak yang mengklaim karyanya itu, Pay dan personel band Caramel lainnya takkan tinggal diam, jalur hukum segera akan mereka tempuh. Hingga saat ini, Komisi A DPRD Makassar sudah merespon kekhawatiran mereka dan lagu-lagu mereka pun sudah mereka daftarkan di kantor Dephukham Sulsel.

“Lagu ini sebenarnya tiba-tiba muncul saat mengkhayalkan Rika di malam lebaran Idul Fitri tahun 2003,” ujar Pay mengenang eks kekasihnya yang terlanjur diboyong lelaki lain di pelaminan. Inikah akhir misteri lagu Geby?

sumber: detik.com

Si Pencipta Sempat Dikira Hantu

Tentunya Anda sudah mendengarkan lagu, yang kalau di Jakarta terkenal dengan judul Tinggal Kenangan dan dinyanyikan oleh Geby, bukan? Kisah ini masih berlanjut.

Kuncinya ternyata ada di Makassar. Rifai Ilyas alias Pay, gitaris band Caramel, mengklaim dialah pencipta lagu itu. Lagu itu dibuatnya tahun 2003, dipentaskan tahun 2004 dengan iringan gitar akustik, lalu memasuki tangga lagu radio-radio Makassar pada akhir 2006 dalam format band lengkap.

Ketika lagu itu ngetop, cerita-cerita miring soal lagu itu ikut tersebar. Ada yang menyebutkan pencipta lagu itu telah meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

Kisah ini jelas membuat orang-orang di sekitar Pay shock. Bahkan saat melintas dengan motornya di Jl Tupai Lorong 16 Makassar, dia dikira hantu.

Orang-orang di jalan tempat Pay nongkrong sembari mendendangkan lagu itu tahu benar pencipta lagu Jauh (nama resmi dari Tinggal Kenangan) adalah Pay, sahabat mereka.

“Orang-orang mengira saya hantu. Tapi setelah tahu saya masih hidup, mereka langsung memeluk saya,” ujar Pay sambil terkekeh, mengenang kejadian unik beberapa tahun silam itu, dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (9/6/200 8) petang.

Tak cuma itu, orangtua Pay juga didatangi sejumlah tetangga karena mengira Pay telah meninggal dunia. Korban cerita isapan jempol lainnya adalah Fatmawati, guru Pay saat bersekolah di SMA PGRI 3 dulu.

“Bu Fatmawati menyuruh anaknya berkunjung ke rumah saya buat mendoakan saya,” ujar pria 20-an tahun ini. Lagu Jauh yang sendu, didedikasikan Pay untuk kekasihnya yang telah dinikahi pria lain.

sumber: detik.com

Pencipta Tak Tahu Menahu Soal Kisah Geby yang Memilukan

Berapa versi kisah yang Anda temukan di internet tentang lagu Geby, Tinggal Kenangan? Lebih dari selusin! Terhadap aneka kisah ini, Rifai Ilyas atau Pay, pencipta lagu itu, mengaku tidak tahu menahu.

“Saya nggak tahu apa-apa. Aneh saja ada cerita seperti itu,” ujar gitaris band Caramel Makassar ini dalam perbincangan dengan detikcom pada Senin (9/6/200 8) petang.

Pay menangkis tuduhan bahwa bandnya sengaja menciptakan isu aneh-aneh tentang lagu itu agar tenar.

Pay sendiri juga sempat menjadi korban kisah tragis yang menyebutkan bahwa penyanyi lagu itu sudah tewas bunuh diri setelah pencipta lagu itu, yang merupakan kekasih si penyanyi, tewas akibat kecelakaan lalu lintas.

“Saya dikira sudah meninggal, jadi banyak tetangga yang datang ke rumah (melayat),” ujar pemuda 20-an tahun itu.

Pay menceritakan, lagu itu sudah ada lebih dulu dibandingkan dengan band Caramel yang dibentuknya. Lagu itu dibuat saat teringat kekasihnya yang sudah menikah.
Malah lagu ini telah dipersiapkan untuk masuk dalam album indie band Cinderella, band Pay sebelum Caramel, sejak tahun 2003.

“Hanya saja, musik lagu ini terlalu mellow kedengarannya,” ujar Pay ketika ditemui di home base Caramel yang juga tempat tinggalnya, Jl RS Faisal Raya, Makassar, Senin (9/6/200 8) petang.

Pertama kali Pay dkk menyanyikan lagu itu dalam momen ulang tahun sanggar seni mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Dipanegara, Sang Dipa, pada 17 Juli 2004.

Pay memainkan lagu ‘Jauh’ dengan versi live akustik, yang dilantunkan gadis bernama Andi Besse atau Abe, vokalis Sang Dipa. Penampilan mereka pun direkam ala kadarnya dalam format MP3. Sementara versi kedua lagu ini baru direkam di studio oleh band Caramel, band yang didirikan Pay dan kawan-kawannya. Suara vokalisnya pun sudah berganti, Abe digantikan Riri.

Rekaman MP3 itu rupanya beredar luas. Abe bahkan sempat minta maaf pada Pay karena rekaman lagu itu tersebar luas tanpa bisa distop.

Namun peredaran tidak resmi itu juga melambungkan lagu Jauh, judul asli Tinggal lagu Kenangan. Bahkan pada akhir 2006, lagu ini pernah menduduki tangga lagu di Radio Venus Makassar selama 11 pekan.

Namun meski lagu ini populer di Makassar pada 2006-2007, kisah pepesan kosong tentang lagu ini tak jua terhenti. Aneka macam cerita Geby dan Tinggal Kenangan hinggap dari mulut ke mulut, penuh bumbu yang tragis, kadang-kadang beraroma mistis. Tentu bukan perkara mudah untuk menemukan si pencipta kisah-kisah aneh ini.

sumber: detik.com

Album ‘Lagu Geby’ Segera Dirilis

Lagu Jauh yang di Jakarta beken dengan judul Tinggal Kenangan alias lagu Geby, membuat Ilyas (45) bangga. Dia tidak menyana karya Pay, anaknya yang merupakan gitaris band Caramel Makassar, tersebar di seluruh Nusantara.

“Saya kaget sekaligus bangga,” ujar Ilyas pada detikcom di base camp band Caramel di Makassar, Senin (9/6/200 8) petang.

Band Caramel sendiri tak lama lagi mengalbumkan lagu Jauh itu bersama 7 lagu lainnya. “Tunggu saja tanggal mainnya, lagu-lagu kami segera dirilis. Asli dari kami,” promosi Pay.

Nama Caramel sendiri sangat laris dijadikan nama band indie. Di Denpasar setidaknya ada dua band dengan nama serupa, juga di Malang dan Surabaya.

Pay menuturkan, dia dan teman-temannya menamai band mereka dengan Caramel berdasarkan falsafah bahwa Caramel adalah gula yang dicairkan dan di mana ada gula di situ ada semut.

“Kami ingin karya kami bisa dinikmati oleh orang lain seperti semut menikmati gula,” ujarnya.

Band ini beranggotakan Pay, Enda (bass) dan Riri (vokal) — keduanya sepupu Pay — Akbar (keyboard) dan Ivan (drum), keduanya teman sekampus Pay di STMIK Dipanegara Makassar. Band Caramel berdiri pada 28 April 2004.

Berbagai cara untuk sukses pun mereka tempuh. Pay dan Ivan pernah “magang” di band The Boomers selama 5 bulan di Bandung untuk belajar bagaimana membentuk band yang profesional. Selain itu, mereka berdua juga berkunjung di Institut Kesenian Jakarta selama kurang lebih 2 minggu.

“Di IKJ kami memantapkan niat kami mendirikan band Caramel agar bisa dinikmati oleh semua orang,” ujarnya.

sumber: detik.com

Pairan (7) »