Cucu pemilik Vila Isola, Andre Kofman berkunjung ke Vila milik neneknya di kampus UPI, Bandung, Selasa (30/12). Andre merasa bangga dengan keutuhan bangunan walaupun menemukan adanya ketidaksesuaian asli bangunan (dicopy dari detik.com)

- Cucu pemilik pertama Vila Isola, Andre Kofman berserta istri dan kedua anak melakukan kunjungan ke Vila Isola milik kakeknya D.W Berretti.

- Setibanya di Vila Isola, Andre Kofman beserta keluarga diajak berkeliling kawasan Vila Isola.

- Andre Kofman beserta keluarga dan Rektor UPI foto bersama di depan Vila Isola

- Perbincangan antara Andre Kofman dengan Prof. Sunaryo tentang rencana Isola yang akan dijadikan Musium

- Villa Isola ini dibangun oleh Kakeknya Andrew kofman, DW Baretti pada tahun 1933
Dalam kunjungannya tersebut, Andre merasa bangga dengan keutuhan bangunan walaupun menemukan adanya ketidaksesuaian asli bangunan tersebut.
Kedatangan Andre bersama Istrinya, Agnes Kofman, serta kedua anak dan menantunya disambut oleh Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Sumaryo Kartadinata dan pengurus Bandung Heritage. Saat tiba Andre beserta keluarga langsung diajak untuk berkeliling kawasan Vila Isola.
“Saya pikir ini bagus walaupun ada beberapa bagian yang seingat saya tidak sepeti ini,” kata andre sewaktu melakukan peninjauan yang didampingi pemandu dari dosen pengajar Arsitektur UPI Dadang Ahadiyat.
Dia mencontohkan pada bangunan kolam yang berada tepat di depan muka bangunan yang kini sudah menghilang, ditambah dengan rumput-rumput liar yang memenuhi bekas kolam Vila Isola.
Cucu pertama pemilik Vila Isola ini pun sempat terkejut dengan sampah yang berserakan saat ia melakukan peninjauan di sekitar Vila. Andre sempat mengerutu mengenai perilaku orang-orang yang denganmudahnya membuat kotor kawasan Vila.
“Hei kenapa banyak sekali sampah di sini? gampang sekali orang-orang di sini buang sampah,” ketus Andre kepada rombongan yang membawanya berkeliling.
Andre pun tadi menyempatkan diri untuk berkeliling di University Centre untuk melihat denah rencana pengembangan Isola yang akan dilaksanakan pada tahun 2009 mendatang.
Dadang Ahadiat, guide yang juga dosen arsitektur UPI mengatakan pengembangan Vila Isola yang dimaksudkan adalah mengembalikan fungsi dan bagian bangunan seperti sedia kala.
“Rencananya memang kita akan kembalikan kawasan Isola seperti yang sebenarnya. Karena memang ada beberapa bagian-bagian yang fungsinya tidak seperti dulu,” kata Dadang.
Dengan demikian, lanjutnya, bangunan yang saat ini digunakan oleh rektorat UPI ke depannya setelah pengembangan cagar budaya dipastikan tidak akan ditempati oleh pihak rektorat.
“Di sini kita banyak punya bangunan baru, jadi kalau nanti pindah tinggal dipikirkan saja pindah ke sebelah mana,” ujar Kabag Aset Upi, Yahya Sudarja.
Villa Isola dibangun pada tahun 1933, milik seorang hartawan Belanda bernama D.W. Berrety. Nenek dari Andre Kofman in hanya menempati satu tahun di vila tersebut. Kemudian, bangunan mewah tersebut dijual dan menjadi bagian dari Hotel Savoy Homann. Dan sampai saat ini difungsikan sebagai gedung rektorat UPI Bandung
Pada masa pendudukan Jepang, Gedung ini sempat digunakan sebagai kediaman sementara Jendral Hitoshi Imamura saat menjelang Perjanjian Kalijati dengan Pemerintah terakhir Hindia Belanda di Kalijati, Subang, Maret 1942. Gedung ini dibangun atas rancangan arsitek Belanda yang bekerja di Hindia Belanda C.P. Wolff Schoemaker.
